Review Hari Kedua SEOCon 2020

Masih seputar SEOCon, kali ini saya akan cerita tentang hari kedua.

Kalau di hari pertama merupakan conference di hall utama The Kasablanka, di hari kedua ini ada banyak kelas dengan berbagai materi yang bisa di pilih.

Daftar materinya sangat berbobot, pematerinya pun para mastah.

Tapi sayang, 3 sesi pertama sebelum makan siang saya terpaksa melewatkan semuanya. Ada kerjaan yang mendadak harus saya kerjain. Jadinya stay di hotel.

Saya baru berangkat ke The Kasablanka menjelang makan siang.

Akhirnya, saya masuk sesi siang, di kelasnya Joh Juda, tentang pentingnya segmentasi audience, khususnya di email marketing. Karena beliau adalah Customer Success Lead mTarget.

Saya pikir, hari pertama SEOCon kemarin saya udah belajar banyak banget tentang SEO, jadi saya berencana di sesi kali ini mau belajar yang lain. Email marketing.

Customer segmentation masih ada hubungannya dengan Funneling. Tentang bagaimana mendistribusikan informasi yang tepat ke level customer yang sesuai.

Ada banyak yang saya pelajari di sesinya Joh Juda :

1. Customer segmentation terbukti meningkatkan email open rate. Karena dengan pengelompokan konsumen yang tepat, otomatis konten-konten email yang diberikan bisa lebih relevan.

2. Dengan customer segmentation yang maksimal, sebuah bisnis bisa membuat produk yang lebih baik, mendistribusikan pesan yang tepat ke orng yang tepat, dan tentunya bisa berinovasi lagi.

Joh Juda juga menjelaskan perbedaan kegiatan mendapatkan data antara dulu dan sekarang. Kalau dulu, Lead Generation yang umum dilakukan adalah mengumpulkan data usia, jenis kelamin, tempat tinggal, dan hal-hal semacamnya. Sekarang, data yang berharga adalah user behaviour.

Pernah dengar Personalization ? Kurang lebih intinya sama.

Ketika Anda udah bisa membaca kebiasaan konsumen, maka Anda bisa memberikan sesuatu yang sifatnya relevan dengan masing-masing konsumen.

Contoh gampangnya, aplikasi Grab atau GoJek.

Kalau Anda sering bepergian dengan rute yang sama selama beberapa kali dalam waktu yang berdekatan, nantinya di aplikasi otomatis memberikan suggest.

Ketika Anda membuka aplikasi, sudah otomatis terisi titik keberangkatan dan tujuan berdasarkan yang sering Anda gunakan setiap harinya. Jadi memudahkan.

Algoritma grab memberikan personalisasi layanan.

Oke, balik lagi ke kelasnya Joh Juda.

Beliau juga menyinggung soal audience temperature, cold – warm – hot. Anak Digital Marketing pasti udah sering denger istilah ini. Aware – Consider – Decision.

Ngga kalah pentingnya, Joh Juda juga menyinggung soal betapa krusialnya untuk memisahkan aktivitas marketing dan jualan. Udah tau bedanya ?

Marketing digunakan untuk mendistribusikan informasi produk Anda kepada orang-orang baru. Kalau di audience temperature, levelnya cold dan warm.

Ketika sudah naik jadi warm atau hot, baru dilakukan aktivitas jualan. Sales. Mereka sudah aware dengan product knowledge dan benefitnya, jadi tinggal “dijualin”.

Masuk akal ? Seringkali orang terbalik melakukannya.

Joh Juda juga bahas soal marketing channel.

Media sosial cocok digunakan untuk tujuan awareness dan interest consider.

Paid per click advertising dan content marketing, lebih pas digunakan di tahap berikutnya, yakni consider, evaluation, bahkan sales.

SEO dan SEM bisa digunakan untuk semua level audience.

Dan email marketing lebih pas di level intention, evaluation, dan sales.

Terakhir dari Joh Juda, beliau berbagi step-by-step email segmentation :

  1. Learn basic email segment.
  2. Started customer segmentation.
  3. Understand your email provider.
  4. Customize message by segment.
  5. Understand reason to segmentation an existing.
  6. Understand conversion rate optimization.

Lanjut sesi kelas berikutnya, dengan Yopie Suryadi.

Beliau adalah CEO mTarget. Saya belum ceritakan ya, mTarget adalah salah satu brand provider email marketing automation tool besar di Indonesia.

Kali ini beliau bawain materi Increase email Deliverability. Atau bahasa tarzannya, gimana caranya email Anda mendarat aman di inbox konsumen.

Sudah jadi rahasia umum, salah satu issue besar dalam email marketing adalah masuk spam. Terutama Gmail yang punya aturan super ketat.

Yopie jelasin kriteria yang memicu email terdeteksi spammy content :

  1. Mengandung banyak hashtag.
  2. Berisi bad / corrupt links.
  3. Missleading email subject.
  4. Kebanyakan gambar di body.
  5. Banyak kalimat CAPSLOCK.

Itulah beberapa poin yang harus dihindari jika ingin email Anda “selamat”.

Sesi terakhir, saya kembali masuk kelas SEO, yang dibawakan mbah Anas.

Saya kembali ke materi SEO, karena materi kali ini cukup menarik, yakni tentang organic traffic conversion optimization. Intinya, SEO untuk bisnis.

Karena memang ini yang lagi saya dalami. Ngga cuma ngurusin traffic dan rank aja, tapi lebih dalam dari itu. Melacak pertumbuhan konversinya juga.

Nur Anasta Rahmat, atau akrab dipanggil mbah Anas adalah seorang praktisi SEO senior, dan saat ini baru jalanin Digital Agency baru miliknya, Conver.

Materinya cukup ringan, karena jam-jam terakhir, jadi saya tau beliau banyak melakukan penyesuaian materi. Tapi tetap berbobot dan banyak insight.

Beliau banyak menyajikan data-data traction client yang pernah ditangani. Dibahas juga metriks-metriks apa saja yang penting untuk melacak konversi.

Well, Alhamdulillah. Kelar juga SEOCon 2020 selama 2 hari.

Gokil, bener-bener konferensi SEO berkelas dunia. Sangat berkualitas. Pembicaranya, pemilihan materinya, konsep acaranya, setup venue nya, dan semua elemen yang ada di dalamnya.

Sebagai penutup, saya dapet rezeki sebelum balik ke Bandung.

Saya berkesempatan ngobrol sama mbah Anas ! Di akhir sesi kelas beliau saya sempat bertukar kartu nama, saya singgung soal Sekolah Digital yang saya jalanin.

Saya juga ajak doi untuk jadi instruktur di Sekolah SEO nanti.

Rupanya beliau tertarik. Malah mbah Anas yang kontak saya duluan via Whatsapp. Alhamdulillah, beliau berkenan meluangkan waktunya buat ngobrol.

Bukan, ini bukan tentang dealing beliau jadi instruktur di Sekolah SEO. Ini tentang relasi, tentang insight yang saya dapat selama ngobrol dengan beliau.

Lumayan, ngobrol dari jam 6 sampai setengah 10 di Starbucks.

Banyak hal yang beliau ceritakan, banyak pelajaran juga yang saya ambil. Ngga usah ditanya apa pelajarannya ya, pokoknya banyak. Hahaha.

Obrolan ditutup karena saya harus mengejar jadwal kereta ke Bandung jam 10 malam dari Gambir. Jadi benar-benar lengkap pengalaman saya.

Again, thanks Dewaweb sudah memfasilitasi tiket SEOCon 2020, thanks SEOCon untuk ilmunya, and also thanks to mbah Anas untuk waktu & insightnya.

Anda Mau Berkomentar ?