Saya Memulai Hidup Minimalis

Sebenarnya sudah lama saya mengikuti berbagai informasi tentang Minimalisme. Sering juga saya membaca berita-berita tentang Fumio Sasaki, penulis buku hidup minimalis berdasarkan kisah hidupnya.

Dan hari ini saya baru saja membeli buku Goodbye, Things tersebut.

Saya baru baca sekitar 40% isi bukunya, namun cukup kagum dengan pemikiran-pemikiran Fumio yang unik, dan ngga terpikirkan oleh saya sebelumnya. Fumio beralih dari seorang maksimalis jadi minimalis.

Fumio banyak melihat gaya hidup minimalis dari sudut pandang yang cukup mendalam, tapi sangat bisa diterima oleh akal sehat saya. Ternyata ada banyak filosofi dibalik arti minimalisme itu sendiri.

Saya ngga akan bahas banyak isi buku itu, karena tulisan ini memang bukan untuk mengulas buku Fumio Sasaki. Saya lebih fokus kepada hasil yang di dapatkan Fumio setelah menjalani hidup minimalis.

Minimalisme bukan hanya tentang menyingkirkan semua barang-barang yang udah ngga Anda perlukan. Tapi lebih dari itu. Fumio mendapati dirinya justru jauh lebih bahagia dan produktif setelah membuang banyak barang dan pindah ke apartemen baru, yang ukurannya lebih kecil dibanding apartemen lamanya.

Aneh ya ? Tapi semua itu masuk akal sih, terlebih setelah saya baca bukunya.

Fumio banyak menekankan tentang mensyukuri hidup, dan memahami arti bahagia yang sesungguhnya. Beliau juga banyak memberikan contoh dan fakta, bahwa nenek moyang manusia pernah menjalankan konsep minimalisme.

Singkat cerita, saya semakin bersemangat dan tertantang untuk masuk ke gaya hidup minimalis. Ngga tanggung-tanggung, hari ini ( pagi tadi ) saya langsung beberes kamar, menyingkirkan semua barang yang tidak diperlukan, atau sudah lama ngga dipakai dan cuma jadi simpanan saja.

Aktivitas saya mengeluarkan isi kamar
Keluarkan semua barang

Selain itu, saya juga merubah sebagian besar tata letak kamar saya, agar terlihat lebih fresh dengan wajah barunya. Dan benar saja, saat saya membuat tulisan ini di kamar, saya merasa semangatnya berbeda.

Saya ngga mengambil gambar kamar sebelum di “make over”, tapi ini sesudahnya :

Meja kerja saya jadi super bersih
Meja kerja saya jadi super bersih
Kasur tidur saya yang jadi minimalis
Tempat tidur saya ikutan minimalis

Jadi, mulai hari ini saya resmi memulai berkomitmen menjalani gaya hidup minimalis. Saya akan merampungkan baca bukunya Fumio Sasaki, kemudian berlanjut ke buku Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay.

Insya Allah saya juga akan mengupdate setiap perkembangan yang terjadi berkaitan dengan aktivitas hidup minimalis yang saya jalani. Saya lihat belum banyak juga Blogger Indonesia yang membahas ini.

Jadi, bagaimana menurut Anda ? Ngga mau ikutan mencobanya juga ?

Anda Mau Berkomentar ?